IDEA Consultant in Indoor Activity

Jumat, 27 Juli 2012

HUMAN RESOURCES CENTER : HUMAN HOUSE OF QUALITY

Idea Consultant bekerjasama dengan Asia Mandiri Modern Banking Solusindo menjalin kerjasama operasi dalam produk layanan 'Human Resources Center'. Sebuah layanan baru kami yang akan memberikan solusi bagi usaha anda dalam hal kebutuhan : Training, Kemitraan Tenaga Kerja dan Pengelolaan Dokumen atau Arsip dengan teknologi terkini.




PERSONAL DEVELOPMENT
MOTIVASI
Asia Mandiri Training Center menawarkan pelatihan yang bertujuan untuk 'membangun dan mengembangkan diri' ( personal development ) dari para karyawan perusahaan, instansi, organisasi lain maupun sebagai diri pribadi. Pelatihan ini dikemas dalam bentuk Outbound, Inbound, Gathering, dan lain-lain, dengan topik antara lain : Positive Thinking & Attitude, Character Building Training, Public Speaking Training, Training For The Trainer, Pelatihan Lain Berkaitan Dengan SDM
.
MARKETING & BUSINESS TRAINING
Asia Mandiri Training Center menyediakan pelayanan pelatihan yang berkaitan dengan profesi seorang ’marketing’  maupun ’entherpreneur’ .  Tim ahli kami yang beranggotakan para praktisi pemasaran selalu menawarkan solusi yang terbaik serta terkini sesuai konteks dunia business saat ini. Pelatihan ini mulai dari level paling bawah, sampai dengan tingkatan ’managerial’. Topik pelatihan meliputi: Selling Skill Training, Superior Customer Value Selling Training, Services Excellent Training, Customer Services Training, Supervisor Management Training Program, Finance For Non Finance Training, Dan lain-lain.

STANDARISASI MANAJEMEN

SISTEM MANAJEMEN MUTU - ISO 9001
Asia Mandiri Training Center menyediakan pelayanan yang terbaik untuk organisasi /perusahaan yang ingin memperbaiki kinerjanya dengan membangun dan mengimplementasikan SMM ISO 9001. Perusahaan-perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang didasari oleh mutu, mulai dari cara kerja mereka hingga standar layanan pelanggan yang mereka terapkan dan produk yang dihasilkan. ISO 9001 adalah standar internasional yang berkaitan dengan manajemen mutu, yang berlaku di setiap organisasi dengan seluruh jenis sektor dan kegiatan usaha. Ada 8 fokus dari ISO 9001 yang menjadi penekanan dalam penerapannya yaitu : Fokus Pelanggan, Kepemimpinan, Keterlibatan personil, Pendekatan Proses, Pendekatan Sistem Terhadap Manajemen, Peningkatan Berkelanjutan, Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dan Hubungan pemasok yang saling menguntungkan.

SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN - ISO 14001 
Asia Mandiri Training Center menyediakan pelayanan yang terbaik untuk organisasi /perusahaan yang ingin memperbaiki kinerjanya dengan membangun dan mengimplementasikan Environment Management System ISO 14001. Kepedulian terhadap lingkungan akan meningkatkan citra perusahaan, pada saat bersamaan, pengendalian masalah lingkungan secara tepat akan memberikan kontribusi positif terhadap keuntungan ekonomis dan meningkatkan daya saing perusahaan.


SISTEM MANAJEMEN KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA
OHSAS 18001
Asia Mandiri Training Center menyediakan pelayanan yang terbaik untuk organisasi / perusahaan yang ingin memperbaiki kinerjanya dengan membangun dan mengimplementasikan OHSAS 18001. Occupational Health and Safety Assessment Specification (OHSAS) merupakan standar internasional yang memberikan ketentuan mengenai sistem manajemen kesehatan dan keselamatan guna memudahkan suatu perusahaan mengendalikan dampak dan meningkatkan kinerjanya. OHSAS 18001 difokuskan pada manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dan menawarkan peningkatan berkelanjutan bagiperusahaan yang dapat digunakan untuk memudahkan para pihak terkait dalam nerepakan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja.

SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN - HACCP / ISO 22000
SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI - ISO 27001
           
DEFENSIVE DRIVING
Asia Mandiri Training Center menyediakan pelayanan pelatihan terhadap pribadi yang beraktifitas mengemudikan mobil. Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwa tingkat kecelakaan semakin tinggi, dengan korban yang beraneka ragam.
Defensive Driving adalah sebuah konsep kompetensi seseorang agar mampu mengemudi dengan aman, nyaman, hemat waktu dan biaya, serta tidak melanggar peraturan lalu-lintas maupun keselamatan orang lain / diri sendiri
Keselamatan anda dan orang-orang terkasih anda dalam berkendara merupakan alasan mengapa anda harus memahami konsep ’defensive driving’.

Human Resources Centre Asia Mandiri
Kami siap membantu untuk mengurangi resiko dan beban kerja di perusahaan anda dengan menyediakan ‘tenaga kerja outsourcing’ yang ahli dalam bidangnya.
1.    Customer Service
2.    Teller Banking
3.    Sales & Marketing
4.    Driver
5.    Security
6.    Cleaning Service
7.    Office Boy
8.    Ahli Information & Communication Technology (ICT)
9.    Tenaga Kerja Lain Sesuai Kebutuhan Klien.

Porto Folio  &Jaminan Kualitas
 Tenaga kerja outsourcing kami telah  disiapkan secara profesiaonal melalui tahapan recruitment dan training berdasarkan standard training dalam sebuah sistem manajemen kualitas. Sehingga ‘tenaga kerja outsourcing’ kami dijamin memiliki kompetensi khusus:
·         Jobs Skill
·         Sense of Customer Focus
·         Budaya Kesehatan & Keselamatan Kerja
·         Emergency Plan
·         Budaya Manajemen Kualitas

Fasilatas
 Sebagai bentuk tanggung jawab kami dalam membantu meningkatkan kinerja dan benefit di perusahaan / organisasi anda, Asia Mandiri menyediakan fasilitas:
·      Tenaga Pengganti Sementara Apabila Berhalangan atau Cuti
·      Penggantian Tenaga Kerja Atas Permintaan Klien
·      Sesuai Peraturan Ketenaga-kerjaan Yang Berlaku
·      Call Center 24 - Jam

DOCUMENT & RECORDS MANAGEMENT
Pengelolaan Dokumen dan Arsip
Asia Mandiri Human Resources Center menawarkan sebuah solusi yang luar biasa terhadap permasalahan pengelolaan dokumen dan arsip dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Karena disadari atau tidak bahwa berbagai kesibukan yang menyertai adanya pertumbuhan sebuah perusahaan akan memiliki dampak terhadap kemampuan perusahaan dalam mengelola dokumen dan arsipnya. Dokumen dan arsip yang tidak terkendali akan mengakibatkan suasana kerja tidak nyaman, gangguan kesehatan, memperlambat pelayanan dan produktifitas, serta resiko-resiko lain yang lebih besar lagi.
 Asia Mandiri Human Resources Center memiliki tenaga ahli yang memiliki kompetensi dalam hal pengelolaan dokumen dan arsip dengan menggunakan metode dan teknologi yang mutakhir. Dokumen dan arsip perusahaan anda akan dikelola baik secara manual maupun komputerisasi. Dokumen dan arsip akan tertata, terindek, dan memiliki back up  dalam bentuk soft copy sehingga permasalahan dokumen dan arsip yang ada di perusahaan anda akan teratasi secara tuntas dan aman. Pengelolaan dokumen dan arsip dengan menerapkan budaya 5 S atau 5 R (Seiri-Ringkas, Seiton-Rapi, Seiso-Resik, Seiketsu-Rawat, Shitsuke-Rajin)  serta memenuhi kaidah dan persyaratan ISO 9001 perihal pengendalian dokumen (elemen : 4.2.3) dan pengendalian arsip (elemen : 4.2.4). Pengelolaan dokumen dan arsip ini dilakukan juga sangat mempertimbangkan keamanan informasi perusahaan yang bersifat ‘rahasia’ (ISO 27001).


" Sekali Melangkah Pantang Surut Arah "
"See You at The Top"



Sabtu, 09 Juni 2012

8 PRINSIP SISTEM MANAJEMEN MUTU (QUALITY MANAGEMENT SYSTEM)




ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu
Add caption

Perusahaan-perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang didasari oleh mutu, mulai dari cara kerja mereka hingga standar layanan pelanggan yang mereka terapkan dan produk yang dihasilkan.
ISO 9001 adalah standar internasional yang berkaitan dengan manajemen mutu, yang berlaku di setiap organisasi dengan seluruh jenis sektor dan kegiatan usaha. Ada 8 fokus dari ISO 9001 yang menjadi penekanan dalam penerapannya yaitu :
Fokus Pelanggan
:
Perusahaan atau organisasi bergantung pada pelanggannya, sehingga perlu mengadakan kegiatan seputar pemenuhan kebutuhan pasar
Kepemimpinan
:
diperlukan untuk memberikan kesatuan tujuan dan arah
Keterlibatan personil
:
menciptakan suatu lingkungan dimana karyawan/personil berperan aktif dalam mencapai tujuan organisasi.
Pendekatan Proses
:
mencapai tujuan organisasi, sumber daya dan kegiatan yang harus dikelola dalam bentuk proses dengan pengertian bagaimana output dari satu proses mempengaruhi input dari proses lainnya.
Pendekatan Sistem Terhadap Manajemen
:
Efektivitas dan efisiensi perusahaan tergantung pendekatan sistematis terhadap kegiatan kerja
Peningkatan Berkelanjutan
:
dengan menerapkan sebagai bagian dari budaya sehari-hari, merupakan tujuan utama suatu organisasi.
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta
:
keputusan efektif didasarkan pada analisa data secara logis dan intuitif serta informasi faktual.
Hubungan pemasok yang saling menguntungkan
:
hubungan tersebut akan meningkatkan kemampuan dalam menciptakan nilai

Jumat, 08 Juni 2012

PENDIDIKAN DAN PERTUMBUHAN NEGARA

Hari pendidikan nasional, mengingatkan saya kepada masa kecil. Ketika usia kurang lebih 5-th, pas nya pada tahun 1975 an. Guru TK saya menceritakan kepada murid semua bahwa: "Indonesia adalah sebuah Negara Yang Sedang Berkembang". Semua murid terangguk-angguk yang artinya baru tahu dan sebagai pengetahuan baru. Pada saat saya masuk ke sekolah SMP, pada tahun 1981 an ... Hal yang sama terjadi pada ingatan ini, bahwa: Guru Sejarah SMP saya bercerita lagi Indonesia adalah Negera Yang Sedang Berkembang. Saya mulai terganggu ... dalam ketidak pastian: "benarkah?". Sampai saat saya dibangku kuliah tahun 1993 an, Dosen Kewiraan saya pun pada saat itu bercerita yang sama perihal 'bela negara', beliau menyatakan bahwa kita : Hidup di Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang. Hari ini, 02 Mei 2010 ... Bapak Presiden Indonesia pun masih menyampaiakan harapannya kepada seluruh rakyat pendidikan Indonesai agar terus berjuang, untuk memajukan Negara Indonesia Yang 'Sedang Berkembang'..... TERUS KAPAN INDONESIA MENJADI MAJU ......?????

Ternyata usia sebuah negara, bukan hal yang mempengaruhi bagi suatu negara untuk "maju" atau tetap 'berkembang' ..."Miskin". Kekayaan alam, Tingakat Kecerdasan pun juga bukan sebab sebuah negara itu menjadi "Maju". Tetapi adalah .... PENDIDIKAN NASIONAL .... yang mampu mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan yang benar. Seh

Think About Management

Management in all business areas and organizational activities are the acts of getting people together to accomplish desired goals and objectives efficiently and effectively. Management comprises planning, organizing, staffing, leading or directing, and controlling an organization (a group of one or more people or entities) or effort for the purpose of accomplishing a goal. Resourcing encompasses the deployment and manipulation of human resources, financial resources, technological resources, and natural resources.
Because organizations can be viewed as systems, management can also be defined as human action, including design, to facilitate the production of useful outcomes from a system. This view opens the opportunity to 'manage' oneself, a pre-requisite to attempting to manage others.
Management can also refer to the person or people who perform the act(s) of management.

The verb manage comes from the Italian maneggiare (to handle — especially tools), which in turn derives from the Latin manus (hand). The French word mesnagement (later ménagement) influenced the development in meaning of the English word management in the 17th and 18th centuries.
Some definitions of management are:
•Organization and coordination of the activities of an enterprise in accordance with certain policies and in achievement of clearly defined objectives. Management is often included as a factor of production along with machines, materials, and money. According to the management guru Peter Drucker (1909–2005), the basic task of a management is twofold: marketing and innovation.
•Directors and managers who have the power and responsibility to make decisions to manage an enterprise. As a discipline, management comprises the interlocking functions of formulating corporate policy and organizing, planning, controlling, and directing the firm's resources to achieve the policy's objectives. The size of management can range from one person in a small firm to hundreds or thousands of managers in multinational companies. In large firms the board of directors formulates the policy which is implemented by the chief executive officer.

Mary Parker Follett (1868–1933), who wrote on the topic in the early twentieth century, defined management as "the art of getting things done through people". She also described management as philosophy. One can also think of management functionally, as the action of measuring a quantity on a regular basis and of adjusting some initial plan; or as the actions taken to reach one's intended goal. This applies even in situations where planning does not take place. From this perspective, Frenchman Henri Fayol considers management to consist of seven functions:
Some people, however, find this definition, while useful, far too narrow. The phrase "management is what managers do" occurs widely, suggesting the difficulty of defining management, the shifting nature of definitions, and the connection of managerial practices with the existence of a managerial cadre or class.
One habit of thought regards management as equivalent to "business administration" and thus excludes management in places outside commerce, as for example in charities and in the public sector. More realistically, however, every organization must manage its work, people, processes, technology, etc. in order to maximize its effectiveness. Nonetheless, many people refer to university departments which teach management as "business schools." Some institutions (such as the Harvard Business School) use that name while others (such as the Yale School of Management) employ the more inclusive term "management."
English speakers may also use the term "management" or "the management" as a collective word describing the managers of an organization, for example of a corporation. Historically this use of the term was often contrasted with the term "Labor" referring to those being managed.

Kamis, 07 Juni 2012

HUMAN RESOURCES CENTER : IDEA CONSULTANT

CHARACTER BUILDING TRAINING
Memahami karekter diri dan orang lain
Berpikir dan berperilaku positif
Penerimaan diri
Berpikir 'menang-menang'
The Winning Team








OUTBOUND & MOTIVATION TRAINING
Membangun Tim Yang Solid
Membangkitkan Motivasi Baru
Membangun Pribadi Yang Optimis
Merangsang Inovasi dan Kreatifitas
Refreshing ( Pariwisata )
Gathering ( Keluarga, Karyawan, dll.)
Komitmen Mencapai Target




BASIC SELLING 
( MARKETING TRAINING)


Memahami Sales & Marketing
Memiliki Keterampilan Sales & Marketing
Merencanakan Bisnis ( Business Plan)
Memahami Keuangan (Finance Skill)
Mampu & Sukses Menjual
Membangun jaringan pasar (market networking)
Budgeting
Marketing Plan
Positioning


SUPERIOR CUSTOMER VALUE SELLING
Memberikan Superior Customer Value
Mengalahkan Pesaing dengan efisien
Memahami Benefit & Customer Value
Memiliki inovasi menciptakan Edit Value
Mengubah Non Customer menjadi Agent
Memilih saat yang tepat untuk berinovasi
Meningkatkan Penjualan Tanpa Batas
Melihat Peluang Dengan Mudah
Berhasil membangun 'Customer Loyality'
Berhasil membangun 'Advocacy Customer'


IDEA CONSULTANT JUGA MELAYANI KEBUTUHAN & PELATIHAN SDM LAIN


Outsourcing Tenaga Kerja Ahli : Driver, Teller, Customer Services, Salles & Marketing, Satpam, dll.
Standarisasi Manajemen Internasional Konsultan : ISO 9001, ISO 14001, ISO 22000, dll
Services Excellent "Pelayanan Prima"
Business Consultation "Konsultasi Bisnis / Usaha "
Idea Consultant Siap Memberikan 'Free Presentation' Untuk Solusi Terbaik Perusahaan & Organisasi 

Hubungi Customer Care Idea Consultant :
081 259 962 926
081 651 2501
idea_koes@yahoo.com 

IDEA CONSULTANT THE BEST PARTNER FOR SUCCESS
SEKALI MELANGKAH PANTANG SURUT ARAH !!!

Kamis, 24 Mei 2012

HUMAN RELATION IN HUMAN RESOURCES


Hubungan manusia antara manusia satu dengan manusia yang lainnya, baik secara individu atau antar kelompok pada akhirnya akan mempengaruhi fungsi manusia tersebut dalam pandangan  manusia sebagai sumber daya. Dalam hubungan organisasi (perusahaan) keberadaan hubungan antar manusia akan mempengaruhi produktifitas suatu perusahaan.
 Suatu perusahaan harus memelihara hubungan yang baik diantara semua pihak (manusia) yang saling berkaitan. Sehingga hubungan antar manusia tersebut menjadi penting dalam faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan. Organisasi harus memetakan keberadaan hubungan antar manusia, untuk kemudian mengkondisikan agar berpengaruh positif dalam perusahaan.
Sekilas sudut pandang di atas menjadikan alasan akan pentingnya gambaran tentang hubungan manusia. Jika hal tersebut tidak dipahami secara mendasar dalam merencanakan pengembangan manusia sebagai SDM dalam organisasi, maka akan bisa berdampak negatif. Hubungan manusia ini dalam bahasa ketenaga-kerjaan bisa dinamakan hubungan industrial.
Manajemen Sumber Daya Manusia tidak bisa lagi diposisikan nomor dua dalam strategi perusahaan. Sehingga dalam makalah singkat ini kami akan memberikan gambaran perihal asal mula hubungan manusia sampai dengan berkembang menjadi permasalahan yang penting dan menjadi perhatian khusus.

Latar belakang yang disampaikan di atas diharapkan akan bisa membawa kita untuk memikirkan beberapa hal berkaitan dengan pentingnya pengelolaan hubungan manusia. Permasalahan yang menjadi pembahasan dalam makalah ini antara lain :
  1. Pihak-pihak mana saja yang mempengaruhi kondisi hubungan manusia.
  2. Tahapan apa saja yang terjadi pada hubungan manusia dalam sudut pandang manusia sebagai SDM.
  3. Sikap mental dan sikap sosial yang mempengaruhi hubungan manusia
  4. Permasalahan yang mungkin timbul dalam hubungan manusia sebagai sumber daya.
  5. Hubungan kepemimpinan dalam tercapainya kepuasan kerja dalam hubungan manusia.
Sejarah Tahap Hubungan Antar Manusia
Penelitian yang lebih intensif terhadap sumber daya manusia berlangsung pada penghujung  tahun 1920-an dan awal 1930-an. Pada kurun waktu itu, perhatian para manajer dicurahkan pada karyawannya untuk meningkatkan produktifitas kerja mereka. Produktifitas karyawan ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh cara pekerjaan dirancang dan diberikan imbalan memadai, tetapi juga oleh faktor lain, yaitu faktor sosial dan psikologis.
Temuan ini merupakan temuan pertama dengan mengindikasikan bahwa factor social dan psikologis dalam suatu lingkungan kerja dapat mempunyai dampak signifikan terhadap tingkat produktifitas kerja para karyawan. Produktifitas bertalian langsung dengan itensitas kerjasama dan kerja tim dalam kelompok. Tingkat kerja tim dan kerja sama hubungan dengan minat penyelia dan periset dalam kelompok kerja, kurangnya pendekatan koersif terhadap perbaikan produktivitas, dan partisipasi kalangan karyawan dalam perubahan yang mempengaruhi mereka. Dalam penelitiannya, Hawthome menemukan kenyatan bahwa perasaan, emosi dan sentimen para karyawan sangat dipengaruhi leh lingkungan kerja, seperti gaya kepemimpinan atasan, perhatian, sikap dan dukungan manajemen. Dalam hal kehidupan para karyawan disikapi sebagai sebuah sistem sosial. Berbeda dengan pandangan Taylor yang melihat organisasi suatu istem ekonomi yang bersifat teknis dan mekanis.
Dapat dipicu hasil temuan Hawthom maka dilakukan riset lanjutan terhadap faktor sosial dan cara individu bereaksi terhadapnya. Temuan dari kajian ini menemukan bahwa kebutuhan karyawan harus dipahami dan ditindak-lanjuti oleh manajemen agar mereka merasa senang bekerja, puas dan produktif. Komunikasi antara para karyawan dan penyelianya dibina karena adanya kebutuhan iklim kerja yang lebih partisipatif. Cara ini ternyata dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan.

Pemeliharaan Hubungan Antar Manusia Dalam SDM
Salah satu hubungan antara majikan dengan para karyawan diperusahaan disebut hubungan kerja atau hubungan manusia, atau biasa juga disebut hubungan ”Industrial Peace”.
Pemeliharaan hubungan industrial dalam rangka keseluruhan prose manajemen sumber daya manusia berkisar pada pemikiran bahwa hubungan yang serasi dan harmonis antara majikan dan pekerja yang terdapat dalam organisasi usaha itu mutlak harus ditumbuhkan dan dipelihara demi kepentingan semua pihak petaruh pada organisasi usaha bersangkutan. Kalau kurang berhasil memelihara hubungan yang harmonis akan berakibat terjadinya kerugian bagi banyak pihak, terutama bagi pihak majikan dan pekerja-pekerja yang bersangkutan.
Dalam pembahasan ini istilah hubungan manusia digunakan dalam pengertian umum sebagai hubungan formal yang terdapat antara majikan atau kelompok majikan dengan pekerja atau istilah tersebut akan digunakan saling bergantian tanpa mengurangi makna dan isi yang terkandung didalamnya. Hubungan itu biasanya dilakukan secara tertulis ataupun lisan asalkan kedua belah pihak secara jujur melaksanakan kewajiban dan hak masing-masing selaku mitra kerja.
Karyawan atau pekerja harus dihormati selaku mitra kerja dan bukan sebagai budak belian seperti pada zaman penjajahan dengan kerja rodi secara paksa. Saling menghormati antara majikan dan pekerja untuk melaksanakan tugas, kewajiban dan hak masing-masing pihak yang berhubungan kerja adalah nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dan merupakan filosofi Hubungan Industrial yang diharapkan di Indonesia.

Pihak-Pihak Yang Berhubungan dalam Hubungan Manusia SDM
Banyak pihak yang berhubungan dalam hubungan manusia dalam SDM, yaitu pihak-pihak-pihak yang berkepentingan pada organisasi usaha untuk mencapai tujuan dan berbagai sasarannya masing-masing. Pihak-pihak yang berkepentingan itu dikenal dengan istilah ”stake holders”. Dikatakan pihakyang berkepentingan karena setiap pihak itu mempertaruhkan sesuatu pada organisasi itu, yaitu:
Pertama :        Manajemen – yang dalam organisasi niaga modern biasanya merupakan kelompok profesional yang bukanbukan lagi pemilik organisasi – mempertaruhkan waktu, pengetahuan, keahlian, keterampilan dan reputasi profesionalnya, bukan hanya demi kepentingan organisasi yang dipimpinnya akan tetapi juga demi kepentingan yang lebih luas.
Kedua     :        Para anggota organisasi yang dengan pememfaatan waktu, pengetahuan, keterampilan dan tenaga melakukan tugas-tugas yang dipercayakan orgaisasi kepedanya dengan harapan bahwa dengan jalur itulah jenis kebutuhannya dapat terpenuhi dengan memuaskan.
Ketiga    :        Para pemilik modal dan pemegam saham – bagi organisasi niaga yang telah menanamkan saham sebagian dari hartanya dalam organisasi dengan harapan bahwa modal yang ditanam itu secara berkelanjutan akan memberikan kelayakan baginya.
Keempat :        Kelompok tertentu di masyarakat yang menjadi konsumen barang atau jasa yang dihasilkan oleh organisasi dan mengharapkan bahwa penyediaan barang atau jasa tersebut tidak mengalami gangguan.
Kelima    :        Para pemasok bahan baku atau bahan penolong yang diperlukan oleh organisasi dalam menghasilkan barang atau jasa.
Keenam  :        Para distributor dan agen. Telah dimaklumi bahwa pada umumnya organisasi niaga tidak menjual barang atau jasa yang dihasilkan langsung kepada konsumen. Oleh karena itu distributor atau agen itupumn mempertaruhkan kepentingannya dalam kepentingan organisasi.
Ketujuh  :        Jajaran pemerintah. Setelah kita ketahui, pemerintah mempunyai hak, wewenang dan tanggungjawab untuk meningkatkan mutu hidup dari seluruh warganya. Oleh karena itu pemerintah juga sangat berkepentingan dalam keberhasilan organisasi yang terdapat dalam masyarakat.

Tahap-tahap Dalam Hubungan Manusia Sebagai SDM
Hubungan industrial dalam suatu organisasi pada umumnya dapat digolongkan kepada lima tahap, yaitu:
a.   Tahap konflik
Jika sifat hubungan kerja antara pekerja dan manajemen berada pada tahap ini, yang terjadi ialah bahwa manajemen berusaha sedapat mungkin untuk mencegah masuknya para pekerja menjadi anggota serikat pekerja. Dalam hal demikian, tidak mustahil apabila manajemen memberhentikan – biasanya dengan alasan yang dicari-cari – atau memasukan dalam ”daftar hitam” siapa saja diantara para pekerja yang menunjukan minat memasuki suatu organisasi serikat pekerja. Hal ini tentunya menimbulkan konflik. Dalam tahap ini manajemen akanmenolakuntuk berhubungan dengan para wakil serikat pekerja yang datang kepadanya.
Pada tahap ini dalam hal timbulnya pertikaian perburuhan yangserius antara manajemen dengan para pekerja, manajemen akanmengambil semua langkah yang dapat diambilnya agar pertrikaian yang tidak terselesaikan dengan perundingan langsung jangan sampai berakhir dengan pemogokan.
b.   Tahap pengakuan eksistensi
Pada tahap ini manajemen membiarkan dan mengakui adanya serikat pekerja dalam organisasiyang dipimpinnya, meskipun sebenarnya disertai oleh ”sikap terpaksa”. Artinya, manajemen  memang mau berhubungan dengan para wakil serikat pekerja untuk membicarakan hal-hal yang merupakan sumber pertikaian dalam hubungan industrial, akan tetapi tidak dengan sikap yang ikhlas. Seandainya ada pilihan lain, manajemen akan tetap memilih untuk tidak berhubungan dengan serikat pekerja dalam menyelesaikan pertikaian yang timbul.
c.    Tahap negoisasi
Tahap ini pun bukanlah tahap yang didambakan dalam menumbuhkan dan memelihara hubungan industrial yang serasi. Dikatakan demikian karena pada tahap ini, manajemen tetap memandang serikat pekerja sebagai faktor penghalang dalam hubungan kerja antara manajemen dan para pekerja.
Jika terjadi pertikaian dengan para pekerja, negoisasi akan cenderung keras karena masing-masing pihak akan memprtahankan pendirian dan haknya secara gigih. Dalam situasi demikian, tidak mustahil bahwa manajemen akan berusaha mencari tenaga kerja sementara untuk menggantikan tenaga kerja yang ada, tetapi tidak produktif karena, misalnya melakukan pemogokan. Tindakan yang mungkin ditempuhnya ialah misalnya, menyerahkan kegiatan produksi atau jasa yang biasanya dihasilkan kepada organisasi lain untuk sementara waktu selama pemogokan berlangsung.
d.   Tahap akomodasi
Dalam hubungan industrial yang sifatnya akomodatif, tidak berarti bahwa manajemen menyukai kehadiran serikat pkerja dalam organisasi. Oleh karenanya manajemen belum tentu bersedia untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan pekerja untuk memperkuat kedudukannya dikalangan para pekerja. Akan tetapi pada tahap ini manajemen pada umumnya menyadari bahwa serikat pekerja dapat memainkan peranan yang positif dalam organisasional para pekerja seperti dalam rangka penegakan disiplin dan dalam mengarahkan prilaku para karyawan sedemikian rupa sehingga terjali ubungan kerja yang baik antara pekerja dengan manajemen.
e.   Tahap kerja sama
Tahap kerja sama merupakan tahap yang paling maju dan paling ideal dalam hubungan industrial. Pada tahap ini serikat pekerja turut serta secara aktif dalam peningkatan efisiensi, evektifitas, produktivitas dan semangat kerja para karyawan. Kerja sama didasarkan pada dua asumsi, yaitu:
Pertama         : kedua belah pihak sama-sama memperoleh keuntungan bila organisasi meraih berbagai keberhasilan.
Kedua             : para karyawan berada pada posisi yang memungkinkan merka mengamati dan mengetahui proses produksi yang terjadi serta dapat mendeteksi berbagai kelemahan dalam proses produksi itu serta dapat pula memberikan saran-saran tentang cara untuk mengatasinya

Sikap Mental dan Sikal Sosial Yang Mempengaruhi Hubungan Manusia
Dalam usaha mewujudkan pokok pikiran dan tujuan hubungan manusia diperlukan adanya pengembangan dari suatu sikap mental dan sikap sosial.
  1. Sikap mental yang dimaksud antara lain saling menghormati, saling mengerti kedudukan dan peranannya, saling memahami hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.
  2. Sikap sosial yang dimaksudkan antara lain adalah rasa ke gotong royongan, toleransi, tenggang rasa, terbuka dan mampu mengendalikan diri antara pihak-pihak yang bersangkutan
  3. Pihak pemerintahpun berperan sebagai pelindung, pengasuh dan pengayom bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan proses produksi.
  4. Serikat pekerja juga berperanan tidak hanya untuk menyalurkan anspirasi pekerja tetapi juga harus aktiv berpartisipasi dalam tugas pembangunan nasional.
  5. Pihak pengusaha bukan hanya untuk melindungi hak miliknya tetapi harus berpartisipasi dalam tugas pembangunan nasional.
Dengan demikian dalam hubungan kerja tidak ditemukan lagi sikap-sikap konfrontatif dan penindasan antara pihak satu dengan pihak pihak lainnya.

Permasalahan Yang Mungkin Timbul Dalam Hubungan Manusia
Hubungan manusia dalam SDM biasanya terdapat berbagai masalah yang dihadapi, yaitu:
1.    Masalah pengupahan
Upah didalam perusahaan selalu menjadi sumber perselisihan karena upah merupkan biaya bagi pengusaha dan sebagai pendapatan bagi pekerja. Adanya perbedaan kepentingan tentang upah ini yang sangat riskan menimbulkan persilihan, maka tentang pengupahan ini ini harus tetap dikendalikan dengan dasar upah minimum regional.
2.    Masalah permintaan/penawaran tenaga kerja dengan keterbatasan lowongan kerja
3.    Masalah pemogokan
Walaupun pemogokan disebut sebagai hak dari pekerja tetapi pemogokan itu dapat merusak hubungan pengusaha dan pekerja dan merugikan produktivitas nasional. Oleh sebab itu pemogokan harus dihindari dan kalau sempat terjadi perlu dengan segera dituntaskan.

Kepemimpinan Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Dalam Hubungan Manusia.
Mengingat perusahaan merupakan organisasi bisnis yang terdiri atas orang-orang, maka pimpinan seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan-kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi yang dilandasi oleh hubungan manusiawi. Sejalan dengan itu diharapkan seorang pimpinan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan setiap karyawan sehingga tercapainya kepuasan kerja karyawan yang berimplikasi pada meningkatnya produktivitas kerja karyawan (Robbins, 2002 : 181).
Mengingat perusahaan merupakan organisasi bisnis yang terdiri atas orang-orang, maka pimpinan seharusnya dapat menyelaraskan antara kebutuhan-kebutuhan individu dengan kebutuhan organisasi yang dilandasi oleh hubungan manusiawi. Sejalan dengan itu diharapkan seorang pimpinan mampu memotivasi dan menciptakan kondisi sosial yang menguntungkan setiap karyawan sehingga tercapainya kepuasan kerja karyawan yang berimplikasi pada meningkatnya produktivitas kerja karyawan (Robbins, 2002 : 181).
Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan. Umumnya kepuasan dapat ditingkatkan, bila atasan bersifat ramah dan memahami, menawarkan pujian untuk kinerja yang baik, mendengarkan pendapat karyawan, dan menunjukkan suatu minat pribadi pada mereka (Robbins, 2002 : 181).
Partisipasi dalam pengambilan keputusan kepemimpinan khususnya pada kepemimpinan demokratis akan mempunyai dampak pada peningkatan hubungan manajer dengan bawahan, menaikkan moral dan kepuasan kerja serta menurunkan ketergantungan terhadap pemimpin (Supardi, dkk, 2002 : 76).
Dengan demikian dapat dikatakan kepemimpinan sangat erat hubungannya dengan kepuasan kerja karyawan. Kepemimpinan yang memperoleh respon positif dari karyawan cenderung akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan, demikian bila terjadi sebaliknya.

Salah satu segi hubungan antara organisasi dengan para anggotanya menyangkut apa yang lazim dikenal dengan istilah hubungan manusia atau hubungan industrial. Pemeliharaan hubungan yang serasi dan harmonis antara manajemen dengan para pekerja yang terdapat dalam organisasi mutlak perlu ditumbuhkan, dijaga dan dipelihara demi kepentingan semua pihak yang telah mempertaruhkan kepentingannya dalam organisasi. Kekurangberhasilan memelihara hubungan yang serasi dan harmonis itu akan merugikan banyak pihak dan tidak terbatas hanya pada pihak manajemen dan para pekerja saja.
Hubungan Manusia dalam sudut pandang SDM perlu dikaji lebih mendalam dalam kaitannya beberapa faktor yang ada meliputi :
  1. Pihak-pihak mana saja yang mempengaruhi kondisi hubungan manusia.
  2. Tahapan apa saja yang terjadi pada hubungan manusia dalam sudut pandang manusia sebagai SDM.
  3. Sikap mental dan sikap sosial yang mempengaruhi hubungan manusia
  4. Permasalahan yang mungkin timbul dalam hubungan manusia sebagai sumber daya.
  5. Hubungan kepemimpinan dalam tercapainya kepuasan kerja dalam hubungan manusia.
Organisasi atau perusahaan harus menempatkan faktor ‘hubungan manusia’ ini dalam posisi yang penting. Artinya diperlukan kajian strategi yang lebih dalam untuk mengambil kebijakan dalam sudut pandang Manajemen Sumber Daya Manusia. Lima faktor yang dibahas dalam makalah ini sebaiknya menjadikan pertimbangan dalam pengelolaan hubungan manusia atau lazim disebut ‘hubungan industrial’.
Kinerja yang terukur dari hubungan manusia sebaiknya dilihat dari elemen pembentuknya yaitu ‘Gaya Kerja’ dan ‘Kompensasi’ yang diberikan dari dampak hubungan manusia. Hubungan manusia sudah semestinya dipandang sebagai bagian penting dari unsur sumber daya yang ada yaitu : Man, Money, Material, Method, dan Management (Machine).













Rabu, 21 Maret 2012

SAATNYA ORGANISASI DAN KITA PEDULI TERHADAP LINGKUNGAN DENGAN MENERAPKAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001:2004


Add caption
Kepedulian terhadap lingkungan akan meningkatkan citra Organisasi, pada saat bersamaan, pengendalian masalah lingkungan secara tepat akan memberikan kontribusi positif terhadap keuntungan ekonomis dan meningkatkan daya saing perusahaan.
            ISO 14001 adalah salah satu dari sekian banyak standar internasional yang dapat dipakai bagi setiap Organisasi yang terkait dengan manajemen lingkungan. Berdasarkan urutan “Plan – Do – Check – Act”, ISO 14001 menetapkan persyaratan terpenting dalam mengidentifikasi, mengontrol dan memantau aspek-aspek lingkungan dari suatu Organisasi serta bagaimana cara mengelola dan meningkatkan sistem tersebut.
Keuntungan untuk perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Jaminan pelanggan, investor, public dan masyarakat dengan menunjukkan komitmen perusahaan . Meningkatkan kontrol biaya melalui penghematan bahan input dan energi 
  •  Menekan tingkat pencemaran yang terjadi 
  • Mampu mengendalikan  limbah yang dihasilkan oleh suatu proses produks
Bagi Sekolah yang saat ini sudah banyak yang memiliki komitmen 'sistem kualitas' dengan menerapkan SMM ISO 9001:2008, pemahaman dan penerapan ISO 14001 ini lebih bermanfaat terhadap pendidikan pelestarian lingkungan hayati bagi anak didik kita menyongsong masa depan. Adi Wiyata memang sudah diawali di sekolah-sekolah, namun pemahaman secara penuh perihal Tujuan Jangka Panjang komitmen sistem lingkungan ini menjadi lebih penting.

Pemerintahan baik daerah maupun pusat memiliki kebijakan khusus berkaitan dengan AMDAL dengan  namun kesadaran dan komitmen itu masih belum nyata. Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan sudah lama meneriakkan 'anti rokok' , 'pengawasan limbah', sampai dengan 'regulasi' nya. Namun kendala di organisasi sering muncul karena tidak adanya pemahaman pengendalian sistem lingkungan.


IDEA CONSULTANT menyediakan 'seminar gratis'  bagi organisasi yang memiliki minat untuk menerapkan sistem manajemen lingkungan sebagai kepedulian terhadap kelangsungan hidup dunia yang akan datang. Jika Bukan Kita Yang Peduli .... Siapa Lagi ..???

Sekali Melangkah Pantang Surut Arah !!!